Daun Jelatang, Tanaman Gatal di Hutan Gunung Salak

Bagi pencinta alam yang gemar melakukan trekking di hutan tropis Indonesia, terutama di kawasan Gunung Salak, ada satu tanaman yang perlu diwaspadai, yaitu daun jelatang (Urtica dioica), warga lokal Cidahu biasa menyebutnya dengan nama “daun fulus“. Tanaman ini tampak seperti tumbuhan biasa, namun menyimpan “senjata rahasia” berupa bulu halus yang bisa membuat kulit terasa perih, panas, dan gatal saat tersentuh.

Di jalur trekking menuju curug atau air terjun di kawasan Cidahu, Gunung Salak, daun jelatang sering ditemukan tumbuh liar di pinggir jalan setapak. Karena bentuknya mirip dengan daun biasa, banyak pendaki yang tidak menyadari keberadaannya hingga akhirnya terkena efek menyakitkan dari tanaman ini.

Daun jelatang daun gatal di hutan gunung salak

Ciri-ciri Daun Jelatang (Urtica dioica)

Daun jelatang memiliki ciri khas yang mudah dikenali jika sudah terbiasa:

    1. Bentuk daun: Oval memanjang dengan tepi bergerigi.
    2. Permukaan daun: Ditutupi bulu halus yang sebenarnya adalah trikoma.
    3. Efek kontak: Jika kulit menyentuh trikoma tersebut, ujungnya akan patah dan menyuntikkan cairan kimia ke dalam kulit.

Senyawa utama dalam cairan itu antara lain histamin, asetilkolin, serotonin, dan asam format, yang memicu reaksi seperti rasa terbakar, gatal, kemerahan, dan iritasi.

waspada tanaman gatal di gunung salak

Habitat Tanaman Jelatang di Cidahu

Tanaman jelatang biasanya tumbuh di area lembap dan teduh, misalnya di pinggir aliran sungai, tepi tebing, atau jalur sempit yang dipenuhi semak. Saat trekking dari Camp Nusantara menuju air terjun Curug Cempaka di Cidahu, para pendaki berpotensi menemui tanaman ini di beberapa titik jalur. Oleh karena itu, kewaspadaan sangat penting agar perjalanan tetap nyaman.

habitat daun jelatang di sungai

Bahaya Jika Terkena Daun Jelatang

Meski tidak berakibat fatal, terkena daun jelatang bisa sangat mengganggu aktivitas trekking. Beberapa reaksi umum yang terjadi antara lain:

  • Kulit memerah

  • Rasa terbakar atau panas

  • Gatal intens

  • Kadang menimbulkan bengkak ringan

Biasanya reaksi akan mereda dalam beberapa jam, tetapi bisa lebih lama pada orang yang memiliki kulit sensitif.

Tips Menghindari Daun Jelatang Saat Trekking

  • Gunakan pakaian tertutup – kenakan celana panjang dan jaket agar kulit tidak langsung bersentuhan dengan tanaman.

  • Kenali bentuk daunnya – belajar mengenali jelatang agar bisa segera menghindar saat menemukannya di jalur.

  • Jangan menyentuh sembarangan – hindari kebiasaan memegang daun atau ranting yang tidak dikenal.

  • Bawa obat pereda iritasi – seperti salep antihistamin atau lidah buaya alami untuk meredakan efek jika terkena.

Manfaat Tersembunyi Daun Jelatang

Meskipun terkenal menyakitkan, tanaman jelatang juga memiliki manfaat jika diolah dengan benar. Dalam pengobatan herbal, ekstrak Urtica dioica digunakan untuk:

  • Mengatasi alergi musiman

  • Mengurangi peradangan sendi

  • Meningkatkan kesehatan rambut dan kulit

  • Menjadi sumber vitamin A, C, zat besi, dan magnesium

Namun, pemanfaatannya tentu tidak bisa dilakukan dengan cara sembarangan menyentuh daun mentah, melainkan harus melalui proses pengolahan tertentu.

tanaman dengan daun yang gatal di gunung

Trekking ke Air Terjun di Cidahu: Seru tapi Waspada

Perjalanan menuju Curug Cempaka Cidahu, Gunung Salak, menawarkan pengalaman alam yang luar biasa. Jalurnya melewati pepohonan rimbun, udara segar pegunungan, dan suara burung khas hutan tropis. Namun, adanya tanaman jelatang di beberapa titik jalur menambah tantangan tersendiri.

Bagi wisatawan, Camp Nusantara Cidahu menjadi titik awal perjalanan yang nyaman sebelum melanjutkan trekking ke beberapa Curug atau air terjun. Dari sini, pengunjung dapat menikmati keindahan alam sekaligus belajar mengenal flora khas pegunungan, termasuk jelatang yang menjadi bagian dari ekosistem hutan.

Trekking di kawasan Cidahu, Gunung Salak, menawarkan pengalaman alam yang menakjubkan. Udara sejuk pegunungan, suara satwa liar, serta derasnya air terjun menjadi daya tarik tersendiri. Namun, di balik keindahan tersebut ada tantangan kecil berupa tanaman jelatang yang tersebar di sepanjang jalur.

Camp Nusantara sering dijadikan titik awal perjalanan, tempat wisatawan bisa beristirahat sebelum melanjutkan trekking menuju air terjun. Dari sini, pengunjung tidak hanya menikmati keindahan panorama, tetapi juga bisa belajar mengenai beragam flora khas hutan tropis, termasuk daun jelatang yang menjadi bagian penting dari ekosistem hutan.

trekking ke curug cidahu

Daun Jelatang - Si Daun Gatal

Daun jelatang (Urtica dioica) atau Daun Fulus adalah salah satu tanaman liar yang perlu diwaspadai saat trekking di kawasan hutan Cidahu, Gunung Salak. Meski tampak biasa, bulu halus pada daunnya dapat menyebabkan gatal, perih, dan panas di kulit. Dengan mengenali ciri-cirinya dan menerapkan langkah pencegahan, perjalanan menuju wisata air terjun bisa tetap aman dan menyenangkan.

Jika Anda berencana mengunjungi curug di kawasan Cidahu melalui Camp Nusantara Cidahu, pastikan selalu berhati-hati, nikmati pesona alamnya, dan jaga kelestarian lingkungan sekitar.

pemandangan gunung di cidahu sukabumi

QUESTIONS?

Punya pertanyaan atau ingin informasi lebih lanjut?